Month: July 2017

Mari Goblog Bareng di Festival Lima Gunung

MAGELANG – Ribuan masyarakat dari Magelang, luar kota bahkan luar negeri, berduyun-duyun datang ke lereng gunung Merbabu, dusun Gejayan Desa Banyusidi Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Minggu (30/7). Mendung yang menggantung di dusun itu justru membuat mereka betah, karena tidak ada rasa panas menyaksikan banyak performance dalam puncak penyelenggaraan Festival Lima Gunung (FLG) XVI, yang bertemakan “Mari Goblok Bareng”.
Salah satu atraksi kesenian di Festival Lima Gunung 2017. Foto: metrojateng.comSejak pagi sudah ditampilkan drum blek dari Kaliwungu Kendal, dilanjutkan Soreng Putri dari sanggar Seni Batara Bandongan. “Waton Wae” Pak Meng dari Salatiga mampu membuat suasana menjadi berwarna, ditambah dengan Grasak yang membuat decak kagum, lantaran kostum yang dikenakan terbuat dari bahan natural yang diperoleh dari desa setempat, seperti bunga cemara, klobot jagung, jemetri dan semacamnya.
Pukul 12.00 WIB, sang MC yang merupakan aktris, Annisa Hertami asal Muntilan Magelang, mengumumkan, acara dihentikan sejenak untuk melaksanakan salat Dzuhur. Baru setelahnya dilaksanakan kirab keliling dusun oleh para penampil.
Ketika kirab sudah usai, reporter BBC, Mas Inung dengan kostum tentaranya, dan dengan muka dicoret-coret serasa akan perang, sudah siap di Panggung. Ia mengajak kepada seluruh penonton untuk bersama-sama meneriakkan “Mari Goblok Bareng”, sebagai tema dari FLG.
Di atas instalasi terlihat sosok perempuan mengibarkan bendera Merah Putih. Sementara itu, belasan anak-anak dan pemuda berkostum warok dan binatang ada di sekeliling Mas Inung.
Ketua FLG didampingi para petinggi Festival Lima Gunung, seperti Jono Keron, Sitras anjilin, Ipang, Jono, Sarwo Edi, Handoko Sudro, juga penulis Yuke Darmawan, Riyadi satu persatu memukul gong sebagai tanda acara FLG.
Riyadi sebagai tuan rumah mengaku merasa terharu, karena FLG yang sudah disiapkan sebulan lalu berjalan dengan lancar, puluhan ribu penonton rela berdesak-desakan di dusun yang ada di ketinggian 800 dpl.
Ia mengatakan, bahwa ini bukan pekerjaannya, namun pekerjaan masyarakat desa. Bahkan kesempatan dia untuk memukul gong tidak digunakan, dan justru diwakilkan kepada seorang warga  yang memiliki ‘kelainan’ pada hidung. Orang ini meski memiliki kekurangan, namun tetap saja mampu menyumbangkan tenaganya.
Riyadi ingin menunjukkan bahwa siapapun tanpa kecuali, yang normal ataupun yang punya kekurangan, bisa berbuat sesuatu dan tidak boleh dipandang remeh atau di bully.
“Festival Lima Gunung adalah Festival Hati, mengumpulkan sanak kadang, berbahagia dan bergembira bersama,” kata Ketua FLG, Supadi dalam sambutannya.
Dilanjutkan kemudian dengan penampilan Warok Bocah dari Padepokan Wargo Budoyo dusun gejayan, lereng Merbabu. Penampilan bocah-bocah lucu ini sangat dinikmati penonton. Satu bocah yang kostum selendangnya lepas, tetap percaya diri melanjutkan menari.
Penampilan Duo sandal jepit dari Jogjakarta yang menggandengn gadis-gadis Gejayan dengan “OAO” cukup menggelitik. Hanya dari dua huruf O dan A, penampilan ini menyindir soal kondisi terkini masyarakat di era digital.
Mereka ingin menghilangkan stigma ndeso yang terkesan goblog, tidak tahu apa-apa dan sering mendapat ejekan. Kemudian dimunculkan kata Kotis yaitu perumpamaan untuk orang kota yang sok ‘keminter’ dan sok kota. Padahal sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa.
Dilanjut dengan tarian “Topeng Goblogs” dari sanggar Warangan Merbabu yang mengenakan kostum berbahan alami dari alam sekitar.
FLG ke 16 yang sudah berlangsung sejak Jumat (28/7) lalu menampilkan sebanyak 60 grup kesenian, baik tari tradisional, kontemporer, musik, puisi dan sebagainya.
Penyelenggaraan FLG ini didanai sendiri oleh masyarakat setempat dan sumbangan orang-orang yang bersimpati. Satu hal yang dihindari yakni FLG tidak menerima sponsor dari produk apapun.
Masyarakat desa ingin berbagai kebahagiaan untuk siapa saja, dan dengan apa adanya sesuai budaya yang mereka miliki. Sebanyak 40 rumah disediakan untuk menginap secara gratis, sebagai wujud bahwa mereka merupakan masyarakat yang lekat dengan kebersamaan dan kekeluargaan, tanpa diembel-embel dengan materi. (MJ-24)
The post Mari Goblog Bareng di Festival Lima Gunung appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Maju Pilgub Jateng, Sudirman Said Siap Berkoalisi

SEMARANG – Usai mendapat restu dari petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said langsung memperkenalkan diri kepada masyarakat Jawa Tengah. Ia mengaku mulai mematangkan persiapan untuk maju di bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 nanti.

Sudirman Said makin rajin menyapa warga Jawa Tengah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto“Segala opsi kita buka semua. Yang terpenting tetap mengusung cita-cita dan idealisme untuk membangun Jawa Tengah,” kata Sudirman saat berada di tengah warga Kelurahan Manyaran, Semarang, Minggu petang (30/7).
Ia mengatakan sejumlah parpol telah dilobi untuk diajak berkoalisi bersama partainya. Bahkan, tak menutup pihaknya akan menggandeng kader potensial dari Partai Gerindra dengan alasan kedekatannya dengan pucuk pimpinan partai berlambang kepala garuda tersebut.
“Kebetulan antara saya dengan Pak Prabowo cukup dekat. Kita sempat diskusi panjang terkait perkembangan nasional kebangsaan. Nah, beliau kan partainya cukup signifikan di sini. Maka saya juga minta izin menjajaki kemungkinan (berkoalisi) dengan Gerindra dan dipersilakan berkoordinasi dengan kader daerah,” katanya.
Dalam beberapa acara, diakuinya pula telah bertemu dengan Ketua DPD Gerindra, Abdul Wahid. Ia mengisyaratkan pembicaraan dalam waktu dekat akan mengerucut pada nama potensial yang akan digaet untuk maju Pilgub.
“Ini pertemanan lama dan tidak hanya bicara soal Jateng. Doakan saja siapapun yang terpilih jadi yang terbaik di wilayah ini,” tutur pria jebolan Master Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University tersebut.
Ia menambahkan mesin partainya nanti akan ditopang dari  kombinasi kekuatan partai serta jaringan non lembaga. “Itu yang akan menentukan kemenangan kita,” jelasnya.
Selain itu, ia juga telah meminta restu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai tokoh senior di negeri ini. Baginya, JK punya banyak arahan dan wejangan untuk memotivasi dirinya saat maju Pilgub Jateng.
Saat berada di Manyaran, ia juga turut serta mengajak Abraham Lunggana. Meski telah dipecat oleh PPP, tetapi ketokohan pria yang akrab disapa Haji Lulung itu tak langsung memudar.
Sudirman memuji Lulung sebagai sosok yang berpengaruh dalam memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk empat tahun ke depan.
“Maka pengalaman beliau sangat berharga. Lagian PPP punya basis dukungan yang lumayan besar,” cetusnya. (metrosemarang.com/far)

The post Maju Pilgub Jateng, Sudirman Said Siap Berkoalisi appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Warga Magelang Ciptakan Sepatu Khusus Penyandang Tuna Netra

Tris Paroyo sedang menunjukkan sepatu khusus Basarnas Kota Magelang. Foto: metrojateng.com/Ch KurniawatiMAGELANG – Berita gembira untuk kaum tuna netra. Sebab kini ada karya sepatu khusus para tuna netra yang dilengkapi dengan sensor. Para penyandang tuna netra kelak akan terbantu dengan alat sensor yang dipasang pada sepatu tuna netra. Penemu sekaligus pembuat sepatu ini adalah Tris Prayogo, Evi Dwi Hastuti, Wahyu Hidayat dan Naskan, yang tinggal di Perum Depkes Blok A4, Kota Magelang.

Ditemui di basecampnya kampung IT, Perum Depkes Blok A4 no 7, Rabu (26/7), Tris menceritakan ide pembuatan sepatu tuna netra. Berawal saat ada salah satu tetangga yang tiba-tiba mengalami kebutaan.  “Kami ingin tetangga yang mengalami kebutaan tidak mengalami kesulitan ketika berjalan. Karenanya, kami menciptakan sepatu ini,” kata Tris.
Cara kerja sepatu ini, kata Tris, cukup sederhana. Dalam sepatu di tanam beberapa sensor untuk mendeteksi penghalang dan lubang di bawah. Bila saat berjalan bertemu dengan penghalang atau lubang, maka sensor itu akan bergetar, sehingga pengguna bisa menghindarinya. “Sensor akan bergetar dengan jarak 30-40 cm di dekat penghalang atau lubang sehingga pemakai bisa menghindarinya,” kata pria kelahiran Medan, 24 Maret 1975 ini.
Sepatu ini belum diproduksi secara massal. Saat inioun, sepatu masih berupa purwa rupa dan baru dibuat untuk sepatu sebelah kiri. Tris mengatakan, sepatu ini masih memerlukan penyempurnaan dan riset lebih lanjut. Sementara, biaya pembuatannya cukup mahal. Untuk sepatu sebelah kiri tersebut, pihaknya menghabiskan Rp 1 juta-Rp 2 juta.
Agar pengembangan dapat berlangsung, temuan ini membutuhkan bantuan, termasuk bantuan pemerintah, dalam bentuk dana maupun pemasaran produknya. ” Produk ini untuk kalangan terbatas dan harganya pun cukup mahal. Mungkin ke depan pemerintah bisa membelinya untuk membantu para tunanetra,” ungkap Tris.
Menurut Tris, pria yang juga seorang blogger ini, sepatu jenis apa saja bisa dipasang alat sensor tersebut. Dalam penggunaan alat sensor, digunakan baterai yang secara otomatis akan mengisi ulang dengan memanfaatkan energi gerak kaki. “Sementara ini baterei masih diisi secara manual dengan cara pengisian mengunakan energi listrik. Ke depan, baterei akan mengisi ulang sendiri ketika pengguna berjalan,” imbuhnya.
Tim Tris kemudian mengikutsertakan karyanya dalam ajang Kreanova tingkat Kota Magelang Maret 2017 lalu, dan menyabet penghargaan di sana. Di kampungnya, Tris juga membentuk Kampung Informasi Teknologi (IT) sejak empat bulan lalu. Kendati masih muda usia kampung tersebut, namun sudah mampu  menelorkan beragam produk berbasis teknologi. Selain sepatu tunanetra, ada temuan lain. Yakni alat pendeteksi kesuburan tanah, dan kentongan digital yang dinamai dengan akronim Kendig.
Sepatu tuna negra telah membawa Walikota Magelang Sigit Widyonindito meraih penghargaan sebagai Walikota Pelopor Inovasi se-Jawa Tengah 2017. Produk inovatif lain yang ikut mendukung, seperti Aplikasi Pemilos (Pemilihan OSIS), miniatur militer dari bahan daur ulang, dan Toyotro Aji (cairan pelapis logam agar berwarna putih).
Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina mengaku bangga atas temuan tersebut dan memberikan apresaisi setinggi-tingginya. “Mengingat Kota Magelang yang hanya memiliki luas 18 kilometer persegi, maka masyarakat harus lebih kreatif. Apalagi sekarang jaman sudah makin maju dan penggunaan IT semakin meningkat,” ujarnya. (MJ-24)
The post Warga Magelang Ciptakan Sepatu Khusus Penyandang Tuna Netra appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Mantan Wali Kota Salatiga Ditemukan Meninggal di LP Kedungpane

Mantan Wali Kota Salatiga John Manoppo ditemukan meninggal di dalam penjara. Foto: twitter.comSEMARANG – Senin (31/7) pagi penghuni Lapas Kelas I A Kedungpane, Mijen Semarang dibuat heboh. Tak lain karena beberapa narapidana menemukan Wali Kota Salatiga periode 2007-2011,
meninggal dunia di dalam sel tahanannya.
Kepala Lapas Kelas I A Kedungpane, Taufiqurrahman mengatakan tubuh John ditemukan tak bernyawa oleh beberapa narapidana setempat pada pagi tadi. “Beliau meninggal dunia karena sakit diabetes. Lagipula usianya memang sudah menua sekitar 70 tahun,” kata Taufiq saat dikontak metrosemarang.com, Senin (31/7).
Untuk saat ini tubuh John Manoppo masih berada di dalam lapas. Tim dokter Lapas Kedungpane masih melakukan pemeriksaan lanjutan guna mengetahui penyebab lain dibalik meninggalnya John dalam lapas.
“Dokter lapas masih memeriksa tubuh jenazah di ruang medis lapas. Saya sedang rapat Kanwil Kemenkumham dan segera meluncur ke sana,” ungkapnya lagi.
John Manoppo merupakan narapidana tindak pidana korupsi yang menjalani hukuman berlapis di Lapas Kedungpane. Semasa hidupnya, John terlibat korupsi Jalur Lingkar Selatan (JLS) Salatiga yang menyeretnya ke bui.
Vonis hakim diketuk pada 2013 silam. John dijerat Pasal 2 junto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan kerugian negara Rp 12 Miliar. (metrosemarang.com/far)
The post Mantan Wali Kota Salatiga Ditemukan Meninggal di LP Kedungpane appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Kader, Pengusaha dan PNS Berebut Rekomendasi Cabup PDI P Kudus

Masjid Menara Kudus. Foto: wikimedia.orgKUDUS – Hari ini, Sabtu (29/7) merupakan hari terakhir pendaftaran bakal calon untuk bupati dan wakil bupati di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus. Tiga nama resmi mendaftar sebagai bacabup-bacawabup pada partai berlambang kepala banteng ini.
Ketiganya adalah Masan (Ketua DPRD Kabupaten Kudus sekaligus Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus), Sumiyatun (Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus) dan Umar Ali (pengusaha).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni mengatakan bahwa ketiganya sebelumnya telah mengambil formulir pensaftaran. “Hari ini, ketiganya sudah mengembalikan berikut berkas persyaratan,” katanya.
Berkas persyaratan nantinya akan dilakukan verifikasi dan validasi ulang. Bagi yang lolos, akan diserahkan ke DPD PDI Perjuangan Jateng guna proses selanjutnya. “Untuk mengajukan ke DPD masih menunggu Ketua DPC, melalui rapat pleno. Paling lambat minggu depan sudah selesai,” papar dia.
Sementara, Sumiyatun mengaku sudah siap meski harus mengundurkan diri dari PNS. “Saya sudah mengajukan pengunduran diri dari PNS,” tuturnya.
Saat ini, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Kudus. “Silaturahmi susah berjalan, dan akan terus kami lakukan,” tandasnya. (MJ-23)
The post Kader, Pengusaha dan PNS Berebut Rekomendasi Cabup PDI P Kudus appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Ganjar Siap Gelar Borobudur International Festival Setiap Tahun

Salah satu penampil di event Borobudur International Festival 2017. Foto: indonesia.travel
MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap menggelar Borobudur International Festival (BIF) setiap tahun untuk menarik kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur. “Soal dana tidak masalah, kami siap mengadakan BIF setiap tahun di candi Borobudur,” kata Ganjar saat membuka Borobudur International Festival (BIF) di Taman lumbini komplek Candi Borobudur Magelang, Sabtu (29/7) malam.

Gubernur menyatakan hal itu menjawab tantangan dari Esti Reko Astuti,  Deputi Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar RI Esti Reko Astuti. Sebelumnya, Esti menyatakan kalau selama ini penyelenggaraan BIF dilaksanakan dalam waktu yang kurang terjadwal.

Esti menginginkan agar BIF bisa dilaksanakan secara konsisten, setahun atau dua tahun sekali. Sehingga para wisatawan asing atau mereka yang ingin tampil bisa menjadwalkan sejak awal. Kementrian Pariwisata sangat mendukung dengan kegiatan ini, apalagi tujuannya untuk mempromosikan candi Borobudur hingga seluruh dunia. Esti menilai BIF merupakan kegiatan yang luar biasa, karena tidak hanya seni budaya yang ditampilkan, namun juga ada pelatihan yang berkaitan dengan desa wisata.

Usai pembukaan, Gubernur menyatakan, BIF diadakan sebagai promosi dan menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan dari luar negri ke candi peninggalan wangsa Syailendra ini.Apalagi Borobudur menjadi salah satu dariprioritas destinasi wisata di Indonesia. Negara-negara sahabat sengaja diundang untk tampil, dengan harapan mereka bis amempromosikan Borobudur ke tingkat internasional.

“Ini juga menjadi satu agenda dan ikon wisata di Jateng. Karenanya setiap tahun kita rencanakan rutin untuk di gelar,” ujarnya.

Gubernur bahkan menginginkan tahun depan akan ada karnaval yang melibatkan banyak orang, menampilkan budaya dan hasil karya di Jateng. Hal itu untuk mempromosikan Borobudur.
Dipilihnya Borobudur sebagai magnet wisata, karena keberadaan candi ini sudah ada sejak zaman dulu kala, yang penuh dengan sejarah dan memang sangat luar biasa.

“Sebenarnya memang banyak tempat-tempat lain, namun untuk sementara Borobudur dulu yang kita jadikan ikon atau magnet untuk menarik wisatawan,” katanya. (MJ-24)
The post Ganjar Siap Gelar Borobudur International Festival Setiap Tahun appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Pengendara, Faktor Utama Keselamatan Lalu Lintas

Aksi freestyle memeriahkan pencanangan Tahun Keselamatan Berlalu-lintas Polres Kendal. Foto: metrojateng.com/MJ-01KENDAL – Kapolres Kendal AKP Adi Wijaya mengatakan pengendara merupakan faktor utama keselamatan. Hal itu dikatakan dalam pencanangan tahun keselamatan untuk kemanusiaan, di alun-alun Kendal, Minggu (30/7). Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar para pengguna jalan selalu menaati tata tertib berkendara, demi menjaga keselamatan bersama.
Keselamatan dalam berlalu lintas, lanjut Kapolres, menjadi tanggungjawab lima pilar. Faktor utamanya adalah pengendara. Pilar yang lain adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bertanggungjawab atas perencanaan pembangunan nasional.
Faktor kendaraan yang digunakan adalah tanggungjawab Menteri Perhubungan. Tanggungjawab lainnya ada pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait infra struktur jalan. Sedangkan, kepolisian yang melakukan penanganan pra dan pasca kecelakaan.
Dalam pencanangan tahun keselamatan tersebut, Kapolres mengatakan, angka kematian akibat kecelakaan masih cukup tinggi. Hasil riset Badan Kesehatan Dunia (WHO) angka kematian akibat kecelakaan sebanyak 1,24 juta jiwa meninggal setiap tahun. Angka ini mengalahkan angka kematian yang disebabkan penyakit menular.
“Tidak hanya itu kecelakaan juga menyebabkan korbannya menderita seumur hidup, sehingga menimbulkan penurunan tingkat produktivitas kerja,” imbuh Kapolres.
Acara pencanangan tahun keselamatan dimeriahkan oleh aksi pemotor free stlyle yang menegangkan dan aksi polisi cilik yang menggemaskan. Dua pengendara motor free style lincah mengendalikan kendaraan menggunakan perangkat standar keselamatan, salah satunya helm. Keduanya mengitari seorang polwan yang berdiri dengan putaran kencang.
Pemotor free style juga mengajak penonton untuk menjajal membonceng motor dalam atraksi. Tentunya hal itu hanya boleh dilakukan oleh yang sudah memiliki keahlian. Sementara, aksi polisi cilik tak kalah memukau pengunjung saat melakukan kegiatan baris berbaris. (MJ-01)
The post Pengendara, Faktor Utama Keselamatan Lalu Lintas appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Pemilihan Ketua STAIN Kudus Berakhir Gejolak

Kampus STAIN Kudus. Foto: stainkudus.ac.idKUDUS – Pemilihan Ketua STAIN Kudus periode 2017-2021 yang menetapkan Mundakir sebagai ketua terpilih bergejolak. Pasalnya di kalangan internal STAIN banyak yang menolak dan menentang keputusan tersebut.
Salah satunya dari Choiron seorang anggota Senat STAIN Kudus. Menurutnya, Mundakir tidak memenuhi syarat untuk menjadi ketua, setelah dinyatakan tidak lolos pada tahapan penjaringan bakal calon. Namun, Kemenag pusat melalui Dirjen Pendis dalam suratnya Nomor 2176/Dj/I/KP.07.06/06/2017  berisi agar Mundakir dimasukkan sebagai salah satu calon Ketua STAIN Kudus dalam sidang senat.
“Saya sebagai anggota senat sangat kecewa dengan pusat. Sebenarnya Pak Mundakir, itu sudah jelas-jelas tidak memenuhi syarat administratif dan dinyatakan tidak lolos oleh Panitia Penjaringan Bakal Calon Ketua STAIN Kudus,” katanya, Sabtu (29/7/2017)
Sementara, Ketua Penjaringan Bakal Calon Ketua STAIN Kudus, Farid Al Zasal membenarkan hal itu. “Iya, tidak lolos di tahap seleksi penjaringan bakal calon. Karena yang lolos hanya dua nama yakni Saekan (Wakil Ketua I STAIN Kudus) dan Fathul Mufid (Incumbent),” paparnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI No 68 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Yakni melalui tahapan Penjaringan Bakal Calon, Pertimbangan Bakal Calon, Penyeleksian, hingga Penetapan dan Pengangkatan. (MJ-23)
The post Pemilihan Ketua STAIN Kudus Berakhir Gejolak appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Aduan Masyarakat Kendal Lewat Aplikasi

Bupati Kendal meresmikan layanan aduan dengan aplikasi online, Jumat (28/7). Foto: metrojateng.com/mj-01KENDAL – Tidak puas dengan pelayanan publik atau ingin mengadukan permasalahan yang ada di Kabupaten Kendal, sekarang warga bisa langsung melaporkan melalui aplikasi yang baru di launching bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke 412, Jumat (28/07) pagi.
Melalui Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (UP4),  keluhan dan aduan masyarakat untuk kemudian bisa ditindak lanjuti secara cepat dan tepat.  Kanal media pengaduan tersebut  dapat melalui aplikasi Knok Knok, aplikasi Lapor yang bisa diunduh di telepon pintar melalui playstore ataupun Appstore untuk pengguna Iphone.
Selain warga yang mengadu juga bisa mengakses suara warga di website kendalkab.go.id, lapor.go.id . Laporan dari masyarakat juga akan diterima melalui facebook di akun Lapor Kendal, Twitter @lapor_kendal dengan menyertakan #lapor_kendal. Laporan dan aduan masyarkat juga bisa melalui SMS ke nomor 1708 dengan format : KENDAL (spasi) (isi aduan).
“Atau bisa telepon langsung ke 0294-384008, surat ke PO BOX lapor kendal atau datang langsung di ruang Media Center di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten (Diskominfo) Kendal,” kata Kepala Dinas Diskominfo Kendal, Muryono.
Pembentukan UP4 ini merupakan aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dair pemerintah sehingga memperoleh transparan dan akuntabel. ”Artinya melalui UP4 ini, informasi bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan,” tambahnya.
Selain aplikasi aduan masyarakat, Bupati Mirna juga meluncurkan pelayanan perijinan online. Kepala DPMPTSP, Soepardjan mengatakan perizinan online ini diberi nama Dianter atau akronim dari Digital Pelayanan Terpadu. “Layanan ini memberikan keuntungan cepat, mudah, transparan dan bisa diakses setiap hari,” katanya.
Ada empat yang bisa dilayani, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), surat izin usaha jasa  konstruksi (SIUJK),  Tanda Daftar Perusahan (TFP) dan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). “Untuk siup itu waktunya jika manual bisa dua pekan, dengan layanan Dianter ini, bisa satu pekan selesai,” jelasnya.
Layanan perizinan online ini juga sebagai bentuk dalam menyikapi perubahan dan pelayanan berbasis teknologi dan informasi yang tentunya akan sangat mempermudah masyarakat untuk memperoleh perizinan usaha di Kendal.  “Harapan kami dengan kemudahan bisa mendongkrak investor untuk menanamkan modalnya ke Kendal,” imbuhnya.
Bupati Mirna menyampaikan, dengan adanya UP4 dan pelayanan perijinan online merupakan salah satu langkah efektif dari pemerintah untuk menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Sehingga OPD-OPD yang ada bisa membuat program kerja yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Sehingga begitu ada masalah bisa langsung muncul, dan OPD yang bersangkutan bisa langsung memantau dan menindak lanjuti masalah yang ada. Dari aplikasi ini saya juga bisa memantau, mana OPD yang aktif dan tanggap terhadap keluhan, aduan dan masukan dari masyarakat,” katanya.
Sementara pelayanan perijinan online, Bupati Kendal mengatakan layanan ini merupakan salah satu langkah percepatan pertumbuhan investasi di Kendal. “Jadi kedepan tidak ada lagi investor yang mengeluhkan perizinan di Kendal. Tidak perlu bolak-balik untuk mengurus izin, cukup denan layanan online langsung bisa terpantau,” tuturnya.
Dengan tumbuhnya investasi, menurutnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kendal. Hal itu akan berdampak langsung pada pengurangan angka penangguran dan kemiskinan di Kendal. “Sehingga Kendal Permata Pantura sebagaimana terwujud,” tambahnya. (adv)
The post Aduan Masyarakat Kendal Lewat Aplikasi appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.

Powered by WPeMatico

Sodomi Terhadap Anak Ditangkap Polres pati Pariaman

warga di Kecamatan Pariaman Timur, diduga melakukan sodomi,  akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pariaman.

Kepala Satuan Reskrim, AKP. Andi Parningotan Lorena, SIK dalam keterangan persnya, Selasa sore (9/5) mengatakan, penetapan BD
sebagai tersangka berdasarkan beberapa alat bukti kuat serta hasil serangkaian upaya kyai pati penyelidikan dengan mengumpulkan bahan data dan keterangan dari beberapa saksi.

“BD kita amankan Jum’at malam (5/5) di rumah orangtuanya di wilayah Kecamatan Pariaman Timur, tanpa perlawanan. Setelah diperiksa, malam itu BD langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” kata pati Kasat Reskrim Andi Parningotan Lorena.

Sejauh ini sudah ada dua korban yang melapor ke polisi. Korban sudah diperiksa dan keluarga sudah dimintai keterangan. Korban sudah dilakukan visum . Hasilnya, salah satu korban positif telah mendapatkan tindak kekerasan seksual.

Berdasarkan laporan, peristiwa cabul yang dilakukan tersangka BD diketahui orangtua korban pelapor pada Minggu 16 April 2017. Sedang peristiwa cabul itu dilakukan tersangka pada Desember 2016 di sebuah surau kosong di desa setempat. (tomi).